PHYSIOLOGY

Pengaruh stress pada sistem syaraf

Sebagian besar dari kita tidak menyadari bahwa kita sudah sering mengalami ‘trauma mini’.  Stress sehari-hari merupakan bentuk trauma mini.  Sesungguhnya peristiwa apa pun yang membuat kita stress sehingga tubuh  tidak mampu sepenuhnya kembali dalam keadaan rileks total dapat dianggap sebagai sebagai ‘trauma mini.’  Trauma mini dan tekanan (fisik emosional/ psikologis) yang menumpuk  akan mengakibatkan ketegangan yang akhirnya menimbulkan keteganggan tubuh sehingga dapat menimbulkan gangguan kesehatan kronis.

               Teori Polyvagal yang dikembangkan oleh Dr Stephen Porgess, menjelaskan tiga keadaan neurologis yang berhubungan dengan mekanisme pertahanan tubuh:

1.      Keterlibatan sosial (social engagement), saat tubuh santai, tenang, rileks dan kita terbuka dengan apapun yang kita alami

2.      Bertarung atau melarikan diri (fight or flight), tubuh memobilisasi energi untuk melarikan diri atau melawan suatu peristiwa – kondisi ini tidak selalu berhasil apabila penyebab stresnya bersifat emosional atau psikologis.

3.      Membeku (Freeze or flop) jika tidak dapat melarikan diri atau melawan stressor tubuh akan menutup diri.

               Pada umumnya orang biasanya sadar dan dapat merasakan bila dirinya dalam mekanisme bertarung atau lari  (fight or flight) karena dapat merasakan intensitas emosional dalam kondisi marah atau ketakutan.  Meskipun demikian sebenarnya respon tersebut terjadi secara otomatis dan tidak disadari oleh tubuh. Namun demikian tidak berarti bahwa kondisi ini dapat hilang dengan mudah, tubuh terkadang membutuhkan waktu berjam-jam bahkan berhari-hari untuk mengatasi peristiwa yang memicu respon tersebut. 

               Pada mekanisme membeku (freeze or flop) terjadi bila kita tidak berhasi mengatasi stressor yang dirasakan melalui mekansime bertempur atau melarikan diri (fight or flight) maka muncul respon menutup diri yang merupakan mekanisme agar kita tidak perlu merasakan atau mengalami pengalaman atau emosi yang luar biasa. Kondisi ini tidak tampak karena mungkin saja kita tampak tenang tetapi sesungguhnya tubuh sudah mengalami respon membeku (freeze) dan kita tidak sesungguhnya dalam kondisi tenang, santai dan relaks.

               Tubuh merespon stress dengan cara memperlambat kerja sistem syaraf, detak jantung dan pernapasan kondisi ini akan menenangkan tubuh atau dapat mengakibatkan tubuh menutup diri sehingga menimbulkan gangguan kesehatan kronis seperti kelelahan kronis, tidak bergairah dan mengalami gangguan emosional.

               Ketika kita menyadari stress dan trauma sesungguhnya adalah ketegangan sistem syaraf maka cara yang paling efektif dan efisien untuk mengatasinya adalah dengan melepaskan ketegangan tersebut dari tubuh.  Biodynamic breathwork & trauma release membantu tubuh secara alami mengalami tremor neurogenic yang akan membantu tubuh kembali menjadi rileks dan lebih tenang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *