PHYSIOLOGY

Pola Nafas, memori dan emosi

Pernafasan atau respirasi terutama diatur untuk tujuan metabolik dan homeostatik (keseimbangan) di batang otak. Pernafasan dipengaruhi oleh interaksi yang kompleks antara batang otak dan serta sistem syaraf pusat yang lebih tinggi, termasuk sistem limbik dan struktur kortikal. Nafas juga secara langsung mempengaruhi sistem syaraf dan berpegaruh pada perasaan kita. Hal ini didukung dengan hasil penelitian di Belgia (Phillippot, Chappele, Blairy, 2002) bahwa setiap emosi berkaitan dengan pola dan kedalaman pernafasan yang berbeda-beda.

Pernafasan adalah salah satu proses fisiologis yang berhubungan dengan emosi, secara umum pola pernafasan dan laju pernafasan akan berubah sejalan dengan perubahan emosional seseorang. Sebagai contoh, jika kita dalam keadaan panik ritme pernafasan menjadi lebih cepat dan berdampak pada meningkatnya fungsi otak untuk memberikan respon terhadap rangsangan berbahaya dari lingkungannya. Kecemasan dianggap sebagai emosi dasar dan dikaitkan dengan mekanisme pertahanan diri. Tingkat kecemasan seseorang mempengaruhi laju pernapasan, terutama waktu ekspirasi.

Dalam latihan breathwork, nafas merupakan komponen penting selain dari olah tubuh dan musik. Kebanyakan fasilitator breathwork menggunakan bentuk pernafasan yang dikenal dengan deep connected breathing. Pada saat breathwork, peserta memfokuskan kesadaran mereka pada pernafasan untuk menghilangkan jeda alami dalam siklus menghirup dan menghembuskan nafas. Kondisi ini dapat menyebabkan perluasan kesadaran sehingga pada saat itu proses pemikiran, kepercayaan dan ingatan yang membangkitkan keadaan emosional dapat muncul ke permukaan. Pada keadaan ini nafas dapat menjadi alat untuk mengungkapkan dan menangani penyebab emosi yang muncul. Nafas tidak hanya membangkitkan emosi melainkan juga merupakan metode yang paling efektif untuk mengatasi tekanan emosi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *