HEALING

Terapi Breathwork: sinergi antara nafas, musik dan olah tubuh

Terapi breathwork sudah sangat popular di dunia namun belum banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia  Breathwork adalah salah satu metode atau teknik penyembuhan (self-healing) yang merupakan suatu bentuk latihan kesadaran tubuh dan pikiran yang memadukan teknik pernafasan dan olah tubuh disertai dengan musik. Terapi ini dilakukan oleh fasilitator profesional yang bersertifikasi dan dapat digunakan untuk mengatasi trauma maupun untuk meningkatkan kesehatan mental. Dalam terapi Breathwork pengaturan pola nafas dan musik memegang peranan penting. Dokter Richard P. Brown dan Patricia L. Gerbarg dalam bukunya yang berjudul “The Healing Power of the Breath,” menyatakan bahwa hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan mengubah pola pernafasan akan mengembalikan respon keseimbangan terhadap stres, menenangkan pikiran yang gelisah, mengurangi kecemasan dan gangguan stress pasca trauma (PTSD) serta dapat meningkatkan kesehatan dan stamina tubuh. Musik dapat berfungsi sebagai alat terapi untuk menginterupsi stres fisiologis dan kecemasan dengan menyelaraskan berbagai ritme tubuh seperti bernafas dan detak jantung. Musik juga dapat berfungsi untuk memberi rasa senang dengan merangsang kelenjar pituitari untuk melepaskan hormon endorphin. (Han, etl.al., 2010). Musik yang lambat atau meditatif menghasilkan efek relaksasi; tempo lebih cepat menghasilkan gairah, tetapi segera setelah musik yang bersemangat berhenti, detak jantung dan tekanan darah turun dan menunjukkan relaksasi. Hingga saat terdapat beberapa jenis terapi breathwork, beberapa jenis sertifikasi breathwork yang cukup dikenal antara lain : · Holotropic Breathwork, suatu tipe breathwork yang difasilitasi oleh fasilitator yang telah menyelesaikan Grof  Transpersonal Training. · Rebirthing Breathwork dikenal juga sebagai Conscious Energy Breathing. Teknik ini diciptakan oleh Leonard Orr untuk melepaskan trauma dan sumbatan energi dalam tubuh. · Clarity Breathwork terapi ini berdasarkan dari Rebirthing Breathwork tetapi tidak hanya berfokus untuk mengatasi trauma melainkan juga mengajarkan pesertanya agar dapat bernafas secara maksimal. · Biodynamic Breathwork yang lebih dikenal dengan Biodynamic Breath and Trauma Release System. Sistem ini mengintegrasikan enam elemen yaitu nafas, gerak, suara, sentuhan, emosi dan meditasi. Trauma tersimpan dalam pola emosi, stress dan energi yang tersumbat. Giten Tonkov, pendiri BioDynamic Breathwork dan Trauma Release System (BBTR), mengatakan terapi berfokus pada transformasi diri dengan menciptakan ruang dan relaksasi pada tubuh. Saat ini di Jakarta sudah ada dua fasilitator dengan sertifikasi BBTR. Sumber:https://www.inekemachdi.com/innerchamber  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *