HEALING

Lima teknik untuk mengatasi trauma

Keadaan apapun yang tidak menyenangkan (misalnya gempa bumi, kebakaran, gunung meletus, kecelakaan) dapat menjadi menjadi penyebab trauma. Trauma timbul karena akumulasi pengalaman emosional subjektif pada peristiwa traumatis tersebut. Emosi yang timbul akibat trauma dapat berupa kesedihan, ketakutan, kekecewaan, kemarahan hingga depresi. Berbeda dengan memori (pengalaman baik atau buruk) yang selalu berubah-ubah sepanjang waktu, traumatik memori bersifat menetap dan statis, hal inilah yang akhirnya menyebabkan timbulnya ketakutan yang terus menerus, fobia, depresi ataupun gangguan fisik yang bersifat psikosomatik.
Peter Levine, PhD, dalam bukunya,”In An Unspoken Voice: How the Body Releases Trauma and Restores Goodness”, menyatakan bahwa gejala traumatis tidak disebabkan oleh kejadian itu sendiri. Mereka muncul ketika sisa energi dari pengalam tersebut tidak dikeluarkan dari tubuh. Energi ini tetap terjebak dalam sistem syaraf dan dapat menyebabkan masalah bagi tubuh dan pikiran kita.
Perasaan kuat yang ditimbulkan oleh trauma dapat menyebabkan perubahan perilaku secara ekstrim. Gangguan tidur, mimpi buruk, ketakutan, perasaan tidak berdaya, menarik diri dari lingkungan sosial adalah gejala yang dirasakan oleh korban trauma. Bila gejala ini terus berlangsung dalam beberapa minggu maka dikenal sebagai PTSD (Post Traumatic Stress Disorder). Hingga saat ini pemahaman para ahli tentang trauma masih terbatas, namun demikian pada dasarnya telah dikenal lima teknik untuk mengatasi trauma:
1. Guided imaginary
Guided imaginary atau yang sering dikenal juga dengan visualisasi adalah salah satu teknik untuk mengubah bayangan negatif menjadi pikiran dan bayangan positif.
2. Pernafasan Perut
Pernafasan perut atau yang lebih sering dikenal sebagai abdominal breathing adalah pernafasan yang mengutamakan gerakan pada otot diafragma rongga perut dan paru-paru. Teknik pernafasan ini membantu proses relaksasi bersifat menenangkan.
3. Biodynamic Breathwork Trauma Release
Suatu metode untuk mengatasi trauma dengan mengintegrasikan teknik pernfasan dengan gerakan dan pelepasan emosi untuk mengatasi trauma.
4. Menari dan menggoyangkan tubuh
Menari dan menggoyangkan tubuh dapat membantu melepaskan ketegangan dan sisa energi yang menimbulkan trauma.
5. Art terapy
Menggambar (melukis) ataupun menulis dapat digunakan untuk membantu melepaskan trauma.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *